Jumat, 27 Juli 2012

Mengkaji Alfateha


Kalimah Bismillaahirrohmaanirrohiim.

P

rinsip pokok pemikiran yang harus kita tanamkan pada qolbu dan jiwa kita adalah bahwa Allah menurunkan Alqur’an sebagai penyempurnaan dari kitab-kitab suci yang ada sebelumnya, hal ini berarti semua kitab suci yang sifatnya samawi termuat didalam Alqur’anul karim dan kita juga harus percaya pada semua kitab sebelumnya. Sedangkan Surat Al-Fateha, selain sebagai surat pembuka juga merupakan intisari dari Alqur’an dan intisari dari Al-Fateha adalah Basmallah, kok bisa?
Dalam lafas Basmallah tersebut ada hal-hal prinsip yang harus kita pahami, yaitu Allah adalah “Laista kamistlihi Syai’un” (tidak ada satupun yang mirip ataupun menyamai-NYA), hal ini berarti keharusan yang berlaku bagi kita untuk pentauhidan dalam 4 hal:
1.      Tauhidz Dzat (keesaan zat).
2.      Tauhidus Sifat (keesaan sifat).
3.      Tauhidul Asma’ (keesaan nama).
4.      Tauhidul Af’al (keesaan perbuatan).
Keempat hal tersebut akan mampu kita pahami bila kita sudah musyahadah lidz-dzat.
Kalau kita kaji lebih mendalam intisari dari Basmallah adalah Allah, dalam lafas Allah terkandung makna zat, sifat, asma’ dan af’al Allah, (sumber dari semua sumber/ sebab dari semua sebab).
Dalam lafas Basmallah bertumpu atau diawali dari huruf ب (Ba), huruf Ba bertumpu pada titik Ba, titik Ba mengisyaratkan Alif yang mengisyaratkan Bikana makana, Biyakunu mayakunu, Fawajudul ‘awalimibi (Dengan AKU ada apa saja semua yang telah ada, dengan AKU akan ada apa saja yang akan ada, maka adanya apa saja semua yang ada di alam ini adalah dengan-KU), artinya semua yang ada di dalam alam semesta ini baik yang ghoib maupun yang zohir ada karena diciptakan oleh-NYA.
Setelah huruf Ba diikuti dengan huruf س (Sin), ini mengisyaratkan adanya kalam qodim yang berbunyi bila ingin mengenalku lewatlah jalur Sin, ada apa dengan huruf Sin?!. Kalau kita telaah lebih mendalam dari bentuk huruf sin yang terdiri dari 3 gerigi ini mengisyarakan jalan Syari’at, Tareqat, dan Hakekat yang harus kita lalui agar kita benar-benar mengerti dan memahami tentang Allah atau makrifatullah.
Dari huruf sin yang mengisyaratkan syari’at, tareqat, dan hakekat tadi, akan timbul pertanyaan lagi lah makrifatnya mana? Jika ingin makrifat dengan benar dan selamat ya ikuti huruf  م (Mim), karena huruf mim ini mengisyaratkan makrifat, kok bisa?, pada hakekatnya Mim ini juga mengisyaratkan Muhammad Rosulullah. Jadi kalau ingin selamat dan benar dalam mengkaji hakekat Allah ya ikuti ajaran Rosullulah SAW (agama Islam)  secara benar dan kafah (lurus) khususnya dalam menanamkan aqidah sebagai sumber keimanan kita agar menjadi manusia yang sempurna (insan kamil), yaitu golongan orang-orang yang senantiasa sujud kepada Allah. Coba kita perhatikan dengan seksama bahwa orang yang sedang sujud itu melambangkan Muhammad karena saat orang sedang sujud kepalanya melambangkan huruf م (mim), badan dan tangan melambangkan huruf ح (Ha), bagian pinggul melambangkan huruf م (mim) dan kaki melambangkan huruf د (Dal), sedangkan orang yang sedang sholat itu melambangkan Ahmad karena sa’at kita tegak sebelum takbiratul ihrom melambangkan huruf ا (Alif), sa’at kita ruku’ melambangkan huruf ح (Ha), sa’at kita sujud melambangkan huruf م (mim), dan sa’at kita duduk tahiyad melambangkan huruf د (Dal).
Insya Allah kalau kita istiqomah dalam mendalami agama islam kita akan mengenal Allah, karena sesudah huruf م (mim) diikuti dengan lafas Allah (ingat keharusan pentauhidan dalam 4 hal) yang maha rohman dan maha rohim, rohman dan rohim ini mengisyaratkan bahwa dalam menjalani habluminannas kita harus mengedepankan sifat penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah, sehingga dengan demikian akan terwujud bahwa Islam sebenarnya rahmatan lil ‘alamin.
Lafas Allah terdiri dari huruf ا (Alif), ل (Lam awal),  ل(Lam akhir) dan ح (Ha), terdiri dari 4 huruf, Muhammad terdiri dari huruf م (mim), huruf ح (Ha), huruf م (mim) dan huruf د (Dal) terdiri dari 4 huruf, nama asli Rosulullah Ahmad juga 4 huruf, ا (Alif), ح (Ha), م (mim), د (Dal). Susunan lafas yang terdiri dari 4 huruf ini mengisyaratkan semua yang serba 4, ingat bahwa kita diciptakan dari 4 unsur (tanah, air, api dan udara), 4 hakekat Allah (Dzat, Sifat, Asma’ dan Af’al), 4 sifat Allah (Jalal, Jamal, Qohar dan Kamal), empat sifat Rosulullah (Sidiq, Amanah, tablik dan fatonah), 4 malaikat mukarrobin (Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il), 4 sahabat Rosul yang termasuk kulafaur rosyidin (Abubakar, Umar, Usman dan Ali), 4 bagian diri manusia (Ruh Suci, Jiwa, Hati dan Jasad), 4 bagian tubuh manusia (Rasa, Akal, Daya dan Nafsu), 4 macam makhluk ciptaan Allah (Malaekat, Jin, Syaiton dan Manusia), bener juga ya.
Dari uraian diatas maka benar apa yang difirmankan Allah dan diteruskan oleh Rosulnya, bahwa siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya, caranya bagaimana? Ya ikuti saja Aku (Muhammad Rosulullah) dengan cara mendalami agama Islam dalam artian jangan terpaku hanya pada yang tersurat saja (Alquranul karim), tetapi juga harus mampu menangkap dan menguraikan apa yang tersirat, lebih-lebih harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (hablumminannas dan hablumminallah) sehingga dengan demikian Insyaa Allah kita akan selamat dunia dan akherat, amin. Sempurnakan dulu hablumminannas baru sempurnakan hablumminallah. Janganlah kita mengejar kesempurnaan hablumminallah dengan mengesampingkan hablumminannas.
Kata-kata Aku di atas, bisa bermakna Muhammad Rosulullah (yang tersurat) bisa juga bermakna diri kita masing-masing, dalam hal ini qolbu (yang tersirat). Kalau kita senantiasa mendengarkan suara Bahjatul qolbi (relung hati yang terdalam) sebagai kompas nafigasi kehidupan kita sehari-hari insyaa Allah kita akan selamat fiddunya wal akherat. Dengan terus menerus kita mengasah QOLBU, INSYAA Allah kita akan mencapai ma’rifat dan musyahadah (penyaksian) terhadap Allah. karena Musyahadah terhadap Allah perlu sinar kebenaran (Nur ma’rifat) yang tembus kejiwa, perasaan dan hati. Untuk mencapai Musyahadah dapat ditempuh dengan 3 cara / alat, yaitu :
1.      Bashiroh (pandangan batin);
2.      ‘Ainul bashiroh (pandangan mata batin);
3.      Syi’a-ul Bashiroh (nyala pandangan batin).
Tentu sajah untuk sampai kemaqom(posisi/tingkatan) tersebut kita perlu berusaha keras, penuh kesadaran dan istiqomah, karena dalam penerapannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang menghijab dan menghambat ma’rifat dan musyahadah.
Hal-hal yang dapat menghijab yaitu :
1.      Keingkaran;
2.      Kebodohan / ketidak mengertian (jahil);
3.      Prasangka buruk (su’udzon);
4.      Terlalu sibuk dengan urusan duniawi, mengabaikan urusan ukhrowi.
Faktor penghambat tercapainya ma’rifat dan musyahadah, disebabkan karena sifat-sifat al.:
1.      Kasl (malas);
2.      Futur (bimbang bin ragu alias lemah pendirian);
3.      Malal (pembosan);
4.      Syirik khofi :
a.         Ria (suka pamer);
b.         ‘Ujub (merasa paling hebat);
c.         Sum’ah (membangga-banggakan diri biar dipuji);
d.         Hijb / Hajb (tertutup hati karena merasa ilmunya sudah lebih dari cukup).
Tentu sajah semua hal tersebut harus kita atasi, caranya dengan RIYADLOH (latihan) secara istiqomah dan kita tanamkan dalam diri dan jiwa kita rasa Khauf (takut terhadap murka dan adzab Allah) serta Raja’ (selalu menggantungkan harapan terhadap rahmat Allah).
Dalam hal musyahadah kepada Allah, pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 (dua) cara musyahadah, yaitu :
1.      Musyahadah lidz-Dzat (Dzat).
Dalam musyahad lidz-Dzat ini kita harus menanamkan sifat dan sikap pentauhidan adanya Allah, ingat bahwa Allah Laista kamistlihi syai’un (tidak ada satupun yang menyamainya atau yang mirip dengan-NYA), dalam hal ini pentauhidan di dalam hal:
a.      Tauhidz Dzat (keesaan zat).
b.      Tauhidus Sifat (keesaan sifat).
c.       Tauhidul Asma’ (keesaan nama).
d.      Tauhidul Af’al (keesaan perbuatan).



Jumat, 20 Juli 2012

Sifat duapuluh kaitannya dengan hidup kita

Dengan hati yang penuh dengan keinginan tuk berbagi,saya ada sedikit ilmu mudah mudahan bisa bermamfa'at bagi saodara/i yang secara kebetulan menemukan blog saya.
Tidak lupa kita panjatkan puji sukur kepada Allah swt,yang karna Dia sampai hari ini kita mish dierikan idup dan menikmati udara yang kita hembuskan siang dan malam.
Ummat islam hususnya sudah mengenal sifat Tuhan yang duapuluh yang dimulai dari ujud sampai muttakllimun,
Ok,dah langsung aja kepokok pembicaraan.dalam sifat Tuhan yang duapuluh ada tujuh bagian yang tak luput dalam kehidupan kita sehari hari siang maupun malam yaitu di antaranya:
1.sifat kudrat di hantarkan pada anggota badan kita maka kuasakita untuk melakukan sesuatu karna kudrat Allah swt.
2.sifat irodaht di antarkan pada nafsu kita maka berkeinginan kita dengan irodaht Allah swt.
3.sifat ilmu di hantarkan pada hati kita maka mengetahwi kita dengan ilminya Allah swt.
4.sifat hayat di hantarkan pada nyawa kita maka hidup kita dengan hayatnya Allah.swt.
5.sifat samaq di hantarkan pada telinga kita maka mendengar kita itu dengan samaqnya Allah.swt.
6.sifat bhasayr di hantarkan pada mata kita maka melihat kita dengan basayrnya Allah.swt.
7.sifat kalam dihantarkan pada mulut kita maka berbicara kita dengan kalamnya Allah swt.
Mudah mudahan bisa di hayatin dan bisa kita amalkan dalam hidup ini,semoga apa yang saya tulis berguna,

Kamis, 19 Juli 2012

menyapa

Dalam bulan ramadhan ini marilah kita sucikan hati jiwa dengan berbuat amal kebajikan dan budi pekerti yang baik,menjaga hati dan melatih jiwa untuk selalu berbakti pada yang maha memiliki hdup,
selamat menjalankan ibadah puasa,semoga amalan ibadah kita di terima di sisiNya,amin ya robbal alamin.